WORKSHOPMENCEGAH, MENDETEKSI DAN MENGUNGKAPKAN KECURANGAN PELAPORAN KEUANGAN (FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING) in the first DIMASA KRISIS FINANSIAL GLOBALLatar BelakangPersaingan bisnis yang tajam dalam lingkungan yang semakin sulit seperti terjadinya krisis economic broad, diperkirakan telah mempengaruhi pelaku bisnis dalam berbagai aspek. Berkaitan dengan economic communiquВ khususnya, pelaku bisnis harus mampu menyampaikan informasi yang benar-benar akurat dan relevan sebab publik sebagai first character terhadap informasi ini sangat berkepentingan dalam proses decree making. Informasi keuangan yang akan dikonsumsi publik harus sejauh mungkin terbebas dari belenggu kesesatan atau kecurangan. Praktik-praktik yang banyak dikenal dan ditempuh pelaku bisnis tetapi masih dalam koridor ethic dikenal dengan nama "praktik manajemen laba" yang meliputi in the first: irresistible a bath, gross income minimization, gross income maximization, gross income smoothing, offsetting extraordinary/unusual gains and losses, obstinate accounting applications, timing gross income dan expense attention.
Namun, tidak sedikit pelaku bisnis yang melakukan praktek-praktek kecurangan (fraud) yang berakibat pada pendistorsian laporan keuangan. Informasi keuangan yang relevan dan bersih dari unsur fake, akan melahirkan keputusan ekonomi yang tepat bagi pihak ketiga sebaliknya informasi yang mengandung kecurangan akan sangat menyesatkan dalam proses pengambilan keputusan. Meningkatnya kecurangan pelaporan keuangan disatu sisi menguntungkan pelaku bisnis dengan melebih-lebihkan (over stated) hasil usaha dan kondisi keuangannya sehingga kelihatan baik di mata publik, tetapi pada sisi lain merugikan publik yang sangat menggantungkan keputusan ekonominya dari informasi laporan keuangan. Kecurangan Pelaporan Keuangan. Pelaporan keuangan yang mengandung unsur kecurangan dapat mengakibatkan turunnya integritas informasi keuangan dan dapat mempengaruhi berbagai pihak seperti pemilik, kreditur, karyawan, auditor, dan bahkan kompetitor.
Kecurangan pelaporan keuangan sering digunakan oleh perusahaan yang mengalami krisis finansial dan yang dimotivasi oleh oportunisme yang salah arah (misguided opportunism). Tujuan dan Manfaat SeminarWorkshop ini dimaksud untuk menekan terjadinya kecurangan keuangan agar semua pihak yang berkepentingan dapat membuat keputusan ekonomi yang tepat, antara lain:1. Taylor dan Glezen (1997:135) memberikan definisi dari kecurangan pelaporan keuangan, yaitu in the first: "intentional or count administration, whether perform or non-inclusion, that results in at bottom misleading economic statements looks lead than they indeed are."Kecurangan tersebut akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mempertahankan give out disquiet - nya. Memahami apa yang terjadi dalam vexatious economic reporting2. Memahami pesan dan tanggung jawab auditor intern, akuntan publik, economic profesional, manipulation dan panel of vice-president dalam hal vexatious economic reporting3.
Mengembangkan teknik dalam mengidentifikasikan vexatious economic reporting4. Memahami hal-hal yang menjadi penghambat dalam proses pencegahan dan pendeteksian vexatious economic reporting6. Memahami lebih dalam modus dalam melakukan vexatious economic reporting5. Memahami publication terhadap vexatious economic reporting7. Mengembangkan pendekatan praktis dalam mendorong manipulation untuk mencegah vexatious economic reporting8. Memahami extent kritis dalam akuntansi yang menjadi sumber vexatious economic reporting9.
Secara khusus, bagi Account Officer (AO) perbankan, diharapkan mampu mendeteksi laporan keuangan yang mangandung vexatious economic reporting sehingga secara dini yang bersangkutan bisa mencegah kesalahan dalam analisa kreditJadwal WorkshopSeminar 2 (dua) hari akan kami selenggarakan pada in the first:Hari in the first in the first: in the first denigrating Rabu & KamisTanggal in the first in the first: in the first denigrating 29 & 30 April 2009Pukul in the first in the first: in the first denigrating 09.00 - 16.00 WIBTempat in the first: in the first denigrating Hotel in the first Millennium Sirih in the first, Jl. Memahami permasalahan vexatious economic reporting secara benar10. Fachruddin 3, Jakarta PusatMetode PenyajianUntuk menanamkan pemahaman dan penghayatan peserta demi efektivitas pelaksanaan pelatihan, penyajian materi kami sampaikan dengan cara in the first:1. Pemaparan singkat konsep bahasan2.
Diskusi interaktif dan diskusi antar pesertaPeserta1. 2. Direksi, Anggota Komisaris dan para manajer maupun bussiness holder yang cool terhadap upaya pencegahan terjadinya kecurangan. Para auditor intern, yang dituntut untuk mengetahui lebih jauh tentang economic reporting, audit economic relate dan vexatious economic reporting3.
Para pengguna laporan keuangan, seperti para Account Officer (AO) di bank yang melakukan analis kredit para nasabahnya, pejabat pada peril Management Dept. dan Compliance4. Para penerima laporan keuangan dan pembuat keputusan strategik in the first:" Dekom dan komite-komite dibawahnya (Komite Audit, Komite Pemantau Risiko)InstrukturKhairiansyah Salman. Pejabat/officer pada "Financial Accounting"5. in the first Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta tahun 1991 ini memulai karirnya pada tahun yang sama, dengan menjadi Auditor pada Badan Pemeriksa Keuangan RI. Selama berada di BPK, kurang lebih 15 tahun, banyak melaksanakan audit yang berkaitan dengan pengungkapan kasus-kasus melalui berbagai Audit Investigatif. Mulai dari Kasus Korupsi pada BLBI, BUMN, Departemen Pemerintahan dan terakhir menjadi tokoh yang berperan dalam pengungkapan kasus korupsi pada Komisi Pemilihan Umum.
Setelah meninggalkan BPK, saat ini aktif sebagai konsultan audit dan anti fake dan Konsultan Lepas untuk Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah di beberapa Pemda dan DPRD propinsi dan Kabupaten/Kota. Selain menjadi auditor investigatif, penerima INTEGRITY AWARD ini, juga memiliki kompetensi Trainer yang telah disertifikasi oleh INTOSAI Development Initiative (Organisasi BPK-sedunia) sebagai Training Specialist. Pria energik ini juga aktif sebagai nara sumber, trainer/fasilitator di berbagai workshop, seminar (Tercatat selama dua tahun terakhir menjadi pembicara di lebih dari seratus event) di bidang akuntansi, keuangan, auditing dan pemberantasan korupsi. in the first Nurharyanto. in the first Juli 2003 - Sekarang, Direktur Akademik Lembaga Pengembangan Fraud Audit (LPFA).
Berbagai jabatan pernah dilaluinya, in the first seperti Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Kalbar di Pontianak. Komite Audit Bank BNI 2004-2007. Supervisor Audit atas 16 BBKU pada BPPN, Auditor Ahli pada Deputi Bidang Investigasi BPKP - Direktorat Investigasi Instansi Pemerintah..
Penanggungjawab Proyek Capacity Building conducive to BPKP, Komponen Proyek Anti Korupsi - Gugus Tugas Satuan Anti Korupsi. Auditor pada Perwakilan BPKP Luar Negeri di Bonn, RF Jerman. Tim Gabungan Opstibpus Tim Gabungan BPKP - DJP/Bapeksta Ketua Tim Audit Perpajakan pada KPP PMA Supervisor Audit atas Fasilitas P4BM Pendidikan & Pelatihan: Diploma IV, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, 1987 - Jakarta in the first, WUSC - Ottawa Canada, 1992 - Comprehensif Audit & EDP Audit, Fraud & Anti Corruption Training, 1995 - Bundes-kriminalamt, Frankfurt., Fraud & Anti Curruption Training - 1999, Transperancy International Australia - ICW., Money Laundering Evaluators, APG on Money Laundering 2001 - Bangkok Thailand, Money Laundering Delegation Annual Meeting 1999 Sydney, Australia., Fraud Audit & Anti Corruption Program in Banking Industry, 2000, IBRA-US Treasury Department., Anti Corruption Program conducive to Senior Officer - RIPA, 2002- London UK., Studi Banding Program Penanganan Korupsi pada Badan Anti Korupsi in the first di ; Malaysia, Singapore, Hongkong, Korea Selatan, Belgia, Inggris dan Perancis (2002).